Studi Kelayakan Bisnis

Pengertian Studi Kelayakan Bisnis

Menurut Kasmir dan Jakfar (2012) studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan atau usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidaknya usaha itu dijalankan.  Sedangkan, menurut Umar (2003) studi kelayakan bisnis merupakan penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidak layak sebuah bisnis dibangun, tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan yang maksimal untuk waktu yang ditentukan.

 

Tujuan dilakukan studi kelayakan bisnis

Menurut Kasmir dan Jakfar (2012)  tujuan dari studi kelayakan bisnis sebagai berikut:

a. Mengurangi resiko kerugian

Mengurangi resiko kerugian  di masa yang akan datang, karena di masa yang akan datang  ada semacam ketidak pastian. Kondisi ini ada yang dapat diramalkan  akan terjadi atau memeang dengan sendirinya terjadi tanpa dapat diramalkan.

b. Memudahkan perencanaan

Jika kita sudah dapat meramalkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, maka akan mempermudah kita dalam melakukan perencanaan dan hal – hal apa saja yang direncanakan. Perencanaan meliputi berapa jumlah dana yang diperlukan, kapan usaha atau proyek akan dijalankan, dimana lokasi proyek akan dibangun, siapa – siapa yang akan melaksanakannya, dan   berapa besar keuntungan yang akan diperoleh.

c. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan

Dengan adanya berbagai rencana yang sudah disusun akan sangat memudahkan pelaksanaan bisnis. Para pelaksana yang mengerjakan bisnis tersebut telah memiliki pedoman yang harus dikerjakan. Kemudian, pengerjaan usaha dapat dilakukan secara sistematik, sehingga tepat sasaran  dan sesuai dengan rencana yang disusun. Rencana yang sudah disusun dijadikan acuan dalam mengerjakan setiap tahap yang sudah direncanakan.

d. Memudahkan pengawasan

Setelah dilaksanakannya suatu usaha atau proyek sesuai dengan rencana yang sudah disusun, maka akan memudahkan perusahaan untuk  melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha. Pengawasan perlu dilakukan agar pelaksanaan usaha agar tidak melenceng dari yang direncanakan.

e. Memudahkan pengendalian

Jika dalam pelaksanaan pekerjaan telah dilakukan pengawasan, maka apabila terjadi suatu penyimpangan akan mudah terdeteksi, sehingga akan bisa dilakukan pengendalian atas penyimpangan tersebut.

 

Aspek –aspek studi kelayakan bisnis

Menurut Kasmir dan Jakfar (2012) aspek studi kelayakan bisnis dibagi menjadi 7 bagian yaitu :

1. Aspek Hukum

Dalam aspek ini yang dibahas adalah masalah kelengkapan dan keabsahan dokumen perusahaan, mulai dari bentuk badan usaha sampai keabsahan dokumen yang dimiliki. Keabsahan dan kesempurnaan dokumen dapat diperoleh dari pihak – pihak yang menerbitkan atau mengeluarkan dokumen tersebut.

2. Aspek Pasar dan Pemasaran

Untuk menilai apakah perusahaaan yang akan melakukan investasi ditinjau dari segi pasar dan pemasaran memiliki peluang pasar yang diinginkan atau tidak.  Dengan kata lain, seberapa besar potensi pasar yang ada untuk produk yang ditawarkan dan seberapa besar market share yang dikuasai oleh para pesaing dewasa ini. Kemudian bagaimana strategi pemasaran yang akan dijalankan, untuk menangkap peluan pasar yang ada. Untuk menentukan pasar yang nyata dan potensi pasar yang ada, maka perlu dilakukan riset pasar.

3. Aspek keuangan

Dalam aspek ini dilakukan untuk menilai biaya – biaya apa saja yang akan dikeluarkan dan seberapa besar biaya – biaya yang akan dikeluarkan. Kemudian juga meneliti seberapa besar pendapatan yang akan diterima jika proyek jadi dijalankan.

4. Aspek Sumber daya Manusia

Aspek SDM di bagi menjadi dua bagian, yaitu :

a. Peran SDM dalam pembangunan proyek bisnis

Dalam hal pembangunan proyek, tenaga SDM yang dibutuhkan akan dibatasi hanya sampai pada proyek bisnis selesai dibangun. Berdasarkan jenis pekerjaan tersebut, keahlian kerjaan, waktu pelaksanaan dari jenis pekerjaan tersebut, keahlian yang diisyaratkan dan pembiayaannya.

b. Peran mereka dalam operasional rutin bisnis setelah selesai dibangun.

Setelah proyek selesai dibangun, terjadi pemutusan hubungan kerja. Sedangkan, dalam hal operasional rutin bisnis, tenaga SDM yang dibutuhkan akan disesuaikan dengan keahlian mereka dalam menjalankan roda perusahaan. Lama mereka beekrja di perusahaan, pola/gaji upah yang akan mereka terima, cara bekerja dan sebagainya akan berbeda dengan mereka yang bekerja saat pembangunan proyek.

5. Aspek Manajemen

Studi aspek manajemen dilaksanakan dua macam. Pertama : manajemen saat pembangunan proyek bisnis. Kedua : manajemen saat bisnis dioperasionalkan secara rutin. Banyak terjadi bahwa proyek – proyek bisnis gagal dibangun maupun dioperasionalkan bukan disebabkan karena aspek lain, tetapi karena lemahnya manajemen.

6. Aspek ekonomi sosial

Penelitian dalam aspek ekonomi adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan jika proyek ini dijajalankan. Pengaruh ini terutama terhadap ekonomi secara luas serta dampak sosialnya terhadap masyarakat secara keseluruhan.

7. Aspek dampak lingkungan

Merupakan analisis yang paling dibutuhkan pada saat ini, karena setiap proyek yang dijalankan akan sangat besar dampaknya terhadap lingkungan di sekitarnya.

 

Advertisements

Kebijakan Moneter

Pengertian Kebijakan Moneter

Dalam perkembangan sejarah peradaban hidup manusia, uang memegang peranan yang sangat penting.Uang tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar ataupun alat pembayaran, tetapi juga sebagai media penyimpan kekayaan dan untuk dasar perhitungan berbagai transaksi ekonomi dan keuangan. Masyarakat memegang uang tidak hanya untuk motif bertransaksi, tetapi juga untuk motif berjaga – jaga dan bahkan untuk motif berspekulasi. Seiring dengan hal itu, perkembangan jumlah uang beredar mempunyai keterkaitan dan pengaruh langsung pada perkembangan berbagai aktivitas perekonomian. Keterkaitan itu tercermin pada hubungan yang terjadi antara jumlah uang beredar debgan perkembangan variabel – variabel ekonomi utama, yaitu tingkat produksi (output) dan harga.

Peningkatan jumlah uang beredar yang berlebihan dapat mendorong peningkatan harga melebihi tingkat yang diharapkan sehingga dalam jangka panjang dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi. Hal ini yang dikenal dengan inflasi. Dengan kata lain, inflasi adalah perubahan tingkat harga barang dan jasa yang terjadi secara terus menerus. Sebaliknya, apabila peningkatan jumlah uang beredar sangat rendah, maka ekonomi akan menjadi lesu. Apabila hal ini terus menerus berlangsung, maka kondisi masyarakat secara keseluruhan akan menglami penurunan. Kondisi tersebut yang melatarbelakangi bank sentral sebuah negara mengeluarkan kebijakan moneter yang bertujuan mengendalikan uang yang beredar di masyarakat.

Dengan kata lain, kebijakan moneter merupakan kebijakan bank sentral atau otoritas moneter dalam bentuk pengendalian besaran moneter dan atau dengan suku bunga untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan. Perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan adalah terjaganya stabilitas ekonomi makro yang antara lain dicerminkan oleh stabilitas harga (rendahnya laju inflasi), membaiknya perkembangan output riil (pertumbuhan ekonomi), serta cukup luasnya kesempatan kerja atau lapangan kerja yang tersedia.

  1. Kebijakan Moneter dan Siklus Ekonomi

Perkembangan ekonomi suatu negara tentu mengalami siklus “pasang – surut” dimana ada saatnya ekonomi suatu negara tumbuh dan berkembang pesat dan ada saatnya ekonomi suatu negara tumbuh dan berkembang melambat. Untuk mengelola dan mempengaruhi perkembangan ekonomi dengan baik dan stabil, pemerintah dan atau otoritas moneter melakukan langkah – langkah yang yang dikenal dengan kebijakan stabilisasi ekonomi makro. Inti dari kebijakan ini adalah mengolah sisi permintaan dan penawaran suatu perekonomian agar mengarah pada kondisi keseimbangan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Kebijakan moneter yang diterapkan pada perekonomian yang mengalami perkembangan sangat pesat (boom) tentu berbeda dengan perekonomian yang mengalami perkembangan sangat lambat (depression atau slump). Dalam kajian literatur dikenal dua jenis kebijakan moneter yaitu kebijakan moneter ekspansif dan kebijakan moneter kontraktif. Kebijakan moneter ekspansif adalah kebijakan moneter dengan langkah meningkatkan / menambah jumlah uang yang beredar dengan tujuan untuk mendorong kegiatan ekonomi, menambah daya beli masyarakat, dan mengurangi pengangguran disaat ekonomi mengalami resesi atau depresi. Sebaliknya, kebijkan moneter kontraktif adalah kebijakan moneter dengan langkah menurunkan / mengurangi jumlah uang yang beredar dengan tujuan memperlambat kegiatan ekonomi ketika suatu negara mengalami inflasi. Kebijakan ini sering disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy).

 

Kebijakan Moneter dalam Perekonomian Terbuka

                Dalam era perekonomian global, interaksi ekonomi antarnegara merupakan salah satu aspek penting dari perkembangan ekonoi antarnegara yang semakin terbuka. Hal ini tercermin dari semakin tingginya transaksi perdagangan antarnegara saat ini. Suatu negara tidak dapat memenuhi kebutuhan barang dan jasa yang diproduksi didalam negerinya sendiri. Di sisi lain, sebuah negara dapat mengekspor kelebihan barang dan jasa yang diproduksinya ke negara yang membutuhkan. Demikian pula dengan arus dana antarnegara yang semakin meningkat seiring dengan semakin terbukanya perekonomian antarnegara. Pendanaan investasi pada suatu negara tidak hanya terbatas terhadap kredit perbankan mapun penjualan saham atau obligasi dipasar modal dalam negeri, tetapi dapat pula berasal dari penanaman modal asing, pinjaman luar negeri, ataupun surat – surat berharga yang dibeli investor asing

Keterbukaan ekonomi suatu negara akan membawa suatu konsekuensi pada perencanaan dan pelaksanaan kebijakan ekonomi makro, termasuk kebijakan moneternya. Hal ini mengingta semakin besar transaksi perdagangan dan keuangan internasional yang dilakukan oleh suatu negara, maka semakin besar pula aliran dana luar negeri yang masuk dan keluar dari negara yang bersangkutan. Aliran dana luar negara tersebut selanjutnya akan memperngaruhi jumlah uang yang beredar, suku bunga, dan nilai tukar dalam perekonomian, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Mekanisme dan besarnya pengaruh aliran dana luar negeri tersebut akan dipengaruhi oleh sistem nilai tukar dan sistem devisa  yang dianut negara bersangkutan.

  1. Sistem Nilai Tukar

Pada dasarnya terdapat tiga sistem nilai tukar :

(i)                Sistem Nilai Tukar Tetap (Fixed Change Rate) yaitu nilai tukar atau kurs suatu negara terhadap nilai tukar mata uang asing mempunyai nilai tetap, misalnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika adalah Rp. 10.000 per $1. Pada nilai tukar ini bank sentral akan siap menjual atau membeli kebutuhan devisa untuk mempertahankan nilai tukar yang ditetapkan. Apabila nilai tukar tersebut tidak dapat dipertahankan, maka bank sentral dapat melakukan devaluasi atau revaluasi atas nilai tukar yang ditetapkan.

(ii)             Sistem Nilai Tukar Mengambang (Floating Change Rate) yaitu sistem nilai tukar sengaja dibiarkan sesuai kekuatan permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar. Dengan demikian, nilai tukarakan menguat apabila terjadi kelebihan penawaran diatas permintaan di pasar valas, dan sebaliknya.

(iii)           Sistem Nilai Tukar Mengambang Terkendali (Managed Floating Change Rate) yaitu sistem niilai tukar berada diantara kedua sistem nilai diatas, dimana bank sentral menetapkan batasan suatu kisaran tertentu dari pergerakan nilai tukar yang disebut pita intervensi (intervension band). Nilai tukar ditentukan sesuai mekanisme pasar selama berada di dalam batas kisaran pita intervensi. Apabila nilai tukar menembus batas atas atau bawah pita intervensi tersbut maka bank sentral secara otomatis melakukan intervensi di pasar valuta asing sehingga nilai tukar bergerak ke dalam pita intervensi.

 Tujuan Kebijakan Moneter

Untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, Bank Indonesia mempunyai tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter (Pasal 8 butir a Undang – Undang No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No. 3 tahun 2004).

Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang (free floating). Peran kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. Oleh karenanya, Bank Indonesia juga menjalankan kebijakan nilai tukar untuk mengurangi volatilitas nilai tukar yang berlebihan, bukan untuk mengarahkan nilai tukar pada level tertentu.

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti uang beredar atau suku bunga) dengan tujuan utama menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah. Secara operasional, pengendalian sasaran-sasaran moneter tersebut menggunakan instrumen-instrumen, antara lain operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing, penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan wajib minimum, dan pengaturan kredit atau pembiayaan.

Sumber : Perry Warjiyo dan Solikin dalam penelitiannya tentang Kebijakan Moneter dalam buku Bank Indonesia Bank Sentral Republik Indonesia : Sebuah Pengantar. Jakarta. Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia, 2004.

Tugas softskill etika bisnis tentang analisis band platinoem

band platinoem “bukan untukku”

Seandainya saya menjadi manager dari band ini maka saya akan menganalisis beberapa hal :

  1. Dari segi aransement: saya menilai aransement lagu ini sudah baik dan lagu ini memang terdengar enak sejak dinyanyikan Mas Yovie Widianto. Namun Platinoem cukup baik dalam mengaransement ulang lagu ini.
  2. Dari segi konsep video clip : menurut saya sudah cukup menarik dan tidak mengandung hal – hal yang berbau SARA, kekerasan atau pornografi.
  3. Dari segi genre musik : musik ini beraliran Pop.
  4. Dari segi etika: Platinoem band seharusnya telah memiliki ijin dari Yovie Widianto untuk di aransement ulang.

Dari analisis pada video ini, tidak ada pelanggaran terhadap etika bermusik dan lainnya serta menurut saya aransment lagu serta video clip band Platinoem ini sudah cukup bagus

  1. Karena band ini termasuk band yang baru muncul di blantika musik tanah air maka saya akan melakukan beberapa teknik promosi untuk menjual produk (lagu) band ini seperti membentuk konser dengan harga yang terjangkau untuk berbagai kalangan masyarakat, menyebarkan flyer / brosur, membuat iklan di berbagai media terutama media elektronik, dan sebagainya.
  2. Sebagai manager, ada beberapa langkah yang akan saya ambil untuk mengembangkan band ini seperti meningkatkan kualitas baik dari segi lagu maupun dari segi band itu sendiri, mencari perusahaan rekaman yang bonafid, mengadakan konser serta jumpa fans dan sebagainya.
  3. Apabila lagu itu sudah bosan didengar orang maka saya akan mengambil keputusan untuk menjual ijin lagu tersebut kepada band lain setelah band platinoem mempunyai lagu pengganti.
  4. Menurut saya band ini masih berpotensi untuk lebih terkenal dengan cara menciptakan dan menyanyikan lagu – lagu yang memberi warna pada blantika musik tanah air serta menjaga reputasi band mereka.

 

Tugas Softskill Etika Bisnis bagian 2

  1. Etika berasal dari bahasa Yunani, ethos (tunggal) atau ta etha (jamak) yang berarti watak, kebiasaan dan adat istiadat. Pengertian ini berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun suatu masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lain. Pengertian etika yang lain adalah pusat moralitas dalam hidup manusia. Etika juga berarti ilmu yang  menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran.

Moralitas berasal daribahasa latin, mos (tunggal) atau mores (jamak) yang berarti adat istiadat atau kebiasaan. Dengan kata lain moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa yang benar dan salah berdasarkan standar moral. Standar moral ialah standar yang berkaitan dengan persoalan yang dianggap mempunyai konsekuensi serius, didasarkan pada penalaran yang baik bukan otoritas kekuasaan, melebihi kepentingan sendiri, tidak memihak dan pelanggarannya diasosiasikan dengan perasaan bersalah, malu, menyesal, dll.

2. Macam – macam norma dan pengertiannya adalah sebagai berikut :

a)      Norma Agama

Norma agama adalah aturan yang berasal dari firman Tuhan dan tertuang dalam kitab suci agamanya masing – masing serta aturannya mengikat bagi pemeluknya. Walaupun mengikat, norma agam tidak memiliki paksaan namun memiliki konsekuensi atau sanksi yang menyertai pilihan hidup seseorang

b)      Norma Kesusilaan

Norma Kesusilaan adalah norma yang berasal dari hati nurani seseorang. Apabila norma ini dilanggar maka orang tersebut akan dijauhi dan dikucilkan masyarakat. Norma kesusilaan sangat terasa di pedesaan terutama bagi mereka yang menjunjung tinggi nilai adat. Norma kesusilaan tidak tertulis namun efektif untuk diterapkan di daerah pedalaman desa karena ada kepercayaan bahwa melanggar nilai susila maka akan terkena sial atau kutukan.

c)      Norma Kesopanan

Norma Kesopanan adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah manusia. Misal: mengatur perilaku pergaulan, bertamu, minum,makan, berpakaian, dll. Dengan kata lain norma kesopanan adalah norma etiket. Setiap negara mempunyai norma kesopanan yang berbeda –beda. Contohnya di Indonesia, anak muda harus membungkukkan badan atau mencium tangan orang yang lebih tua sebagai bentuk kesopanan dan penghormatan. Sedangkan di Amerika, kebiasaan membungkukkan badan atau mencium tangan dianggap aneh. Amerika pun mempunyai norma kesopanannya sendiri yaitu mencium pipi kanan dan kiri apabila bertemu seseorang yang lebih dekat baik yang sesama jenis maupun lawan jenis. Hal ini justru dianggap risih bagi masyarakat Indonesia.

d)     Norma Hukum

Norma Hukum adalah norma yang mengikat bagi warga negaranya dan peraturan ini berbentuk tulisan dan bersifat mengikat. Contohnya UUD 1945, Tap MPR, Keppres, KUHP dll.

 

  1. Teori Etika dibagi menjadi dua bagian yaitu :
    1. Etika Deontologi, berasal dari kata Yunani deon yang berarti kewajiban. Etika deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Menurut teori ini tindakan dikatakan baik bukan karena tindakan itu mendatangkan akibat baik, melainkan berdasarkan tindakan sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri.

Contoh: manusia beribadah kepada Tuhan karena sudah merupakan kewajiban manusia untuk menyembah Tuhannya, bukan karena perbuatan tersebut akan mendapatkan pahala.

  1. EtikaTeleologi, berasal dari kata Yunani telos yang berarti tujuan, sasaran, akibat dan hasil. Menurut teori ini, suatu tindakan dikatakan baik jika tujuannya baik  dan membawa akibat yang baik dan berguna.

Dari sudut pandang  “apa tujuannya”, etika teleologi dibedakan menjadi dua yaitu:

i.      Teleologi Hedonisme (hedone= kenikmatan) yaitu tindakan yant bertujuan untukmencari  kenikmatan dan kesenangan.

ii.      Teleologi Eudamonisme (eudamonia=kebahagiaan) yaitu tindakan yang bertujuan mencari kebahagiaan hakiki.

Dari sudut pandang “untuk siapa tujuannya”, etika   teleologi dibedakan menjadi dua yaitu:

  1.                                         iii.      Egoisme Etis, yaitu tindakan yang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinnya sendiri.
  2.                                         iv.      Utilitarianisme, yaitu tindakan yang berguna dan membawa manfaat bagi semua pihak.
  3. Secara umum etika dibagi menjadi dua yaitu :
    a. ETIKA UMUM, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis,teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
    b. ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.
  4. Mitos bisnis amoral. Mitos ini mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungannya, berbeda dan tidak boleh dicampuradukkan. Bisnis berorientasi untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin tanpa mengindahkan etika dan moralitas.
  5. Prinsip – prinsip bisnis dibagi menjadi enam yaitu :
    1. Prinsip  otonomi.

Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk  mengambil keputusan dan bertindak berdasar kesadaran sendiri tentang apa yang dianggap baik untuk dilakukan.

  1. Prinsip kejujuran

Jujur dalam memenuhi syarat-syarat perjanjian kontrak, jujur dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding dan jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan

  1. Prinsip keadilan

i.     Menuntut agar tiap orang diperlakukan sama, sesuai dengan aturan yang adil & sesuai dengan kriteria rasional objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

ii.     Menuntut agar tiap orang dalam kegiatan bisnis, dalam relasi eksternal atau internal perusahaan perlu diperlakukan sesuai dengan hak masing-masing.

iii.     Menuntut agar tidak boleh ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya.

  1. Prinsip saling menguntungkan (mutual benefit principle).

i.     Menuntut agar bisnis menguntungkan semua pihak.

ii.     Mengakomodasi hakikat &  tujuan bisnis.

iii.     Anda ingin untung & saya pun ingin untung, bisnis dijalankan dengan prinsip saling menguntungkan

iv.     Menuntut agar persaingan bisnis, yang kompetitif,  melahirkan suatu win-win solution.

v.      Produsen ingin untung dan konsumen ingin mendapat  barang dan jasa yang memuaskan (menguntungkan dalam bentuk harga & kualitas yang baik).

  1. Integritas moral

Prinsip ini terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan, orang-orangnya maupun perusahaan.

  1. Tanggungjawab

i.          Tanggungjawab mengandaikan bahwa suatu tindakan dilakukan dengan sadar & tahu. Tanggungjawab seseorang hanya dpt dituntut kalau ia bertindak sadar & tahu tentang konsekuensi tindakannya.

ii.          Tanggungjawab mengandaikan kebebasan. Tanggungjawab hanya mungkin relevan  dituntut dari seseorang, kalau tindakannya itu   dilakukan secara bebas.

iii.          Tanggungjawab mensyaratkan bahwa orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau & bersedia melakukan tindakan itu.

  1. Kelompok stakeholders dibagi dua yaitu :
    1. Kelompok didalam perusahaan (kelompok primer) yaitu Kelompok didalam perusahaan (kelompok primer) yaitu Stakeholder utama merupakan stakeholder yang memiliki kaitan kepentingan secara langsung dengan suatu kebijakan, program, dan proyek. Mereka harus ditempatkan sebagai penentu utama dalam proses pengambilan keputusan.
      1. Karyawan
        1. Manajemen
        2. Pimpinan perusahaan
        3. Kelompok diluar perusahaan / stakeholdr pendukung (kelompok sekunder) yaitu adalah stakeholder yang tidak memiliki kaitan kepentingan secara langsung terhadap suatu kebijakan, program, dan proyek, tetapi memiliki kepedulian (concern) dan keprihatinan sehingga mereka turut bersuara dan berpengaruh terhadap sikap masyarakat dan keputusan legal pemerintah.
          1. Mitra usaha
            1. Pemasok bahan baku
            2. Pemerintah
            3. Bank
            4. Investor
            5. Masyarakat yang dilayani
            6. Pelanggan pembeli produk
            7. Kriteria dan Prinsip Utilitarianisme
              Ada tiga kriteria objektif dijadikan dasar objektif sekaligus norma untuk menilai kebijaksanaan atau tindakan.
              a. Manfaat : bahwa kebijkaan atau tindakan tertentu dapat mandatangkan manfaat atau kegunaan tertentu.
              b. Manfaat terbesar : sama halnya seperti yang di atas, mendatangkan manfaat yang lebih besar dalam situasi yang lebih besar. Tujuannya meminimisasikan kerugian sekecil mungkin.
              c. Pertanyaan mengenai menfaat : manfatnya untuk siapa? Saya, dia, mereka atau kita.

Atas dasar ketiga Kriteria tersebut, etika Utilitarianisme memiliki tiga pegangan yaitu :
a. Tindakan yang baik dan tepat secara moral
b. Tindakan yang bermanfaat besar
c. Manfaat yang paling besar untuk paling banyak orang.

Dari ketiga prinsip di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :
“ bertindaklah sedemikian rupa, sehingga tindakan itu mendatangkan keuntungan sebesar mungkin bagi sebanyak orang mungkin”.

Nilai positif etika ultilitarinisme adalah
a.Rasionlitasnya. Prinsip moral yang diajukan oleh etika ultilitarinisme tidak didasarakan pada aturan – aturan kaku yang mungkin tidak kita pahami.
b.Universalitas. Mengutamakan manfaat atau akibat baik dari suatu tindakan bagi banyak orang yang melakukan tindakan itu.
Dasar pemikirannya adalah bahwa kepentingan orang sama bobotnya. Artinya yang baik bagi saya, yang baik juga bagi orang lain.
Will Kymlicka, menegaskan bahwa etika ultilitarinisme mempunyai 2 daya tarik yaitu :
a.etika ultilitarinisme sejalan dengan instuisi moral semua manusia bahwa kesejahterahan manusi adalah yang paling pokok bagi etika dan moralitas
b.etika ultilitarinisme sejalan dengan instuisi kita bahwa semua kaidah moral dan tujuan tindakan manusia harus dipertimbangkan, dinilai dn diuji berdsarkan akibatnya bagi kesejahterahan manusia.

Kelemahan etika ultilitarinisme
a.Manfaat merupakan sebuah konsep yang begitu luas sehingga dalam praktiknya malah menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit. Kaarena manfaat manusia berbeda yang 1 dengan yanag lainnya.
b.Persoalan klasik yang lebih filosofis adalag bahwa etika ultilitarinisme tidak pernaah menganggap serius suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai dari suatu tindakan sejauh kaitan dengan akibatnya. Padahal, sangat mungkin terjadi suatu tindaakan pada dasarnya tidak baik, tetapi ternyata mendatangkan keuntungan atau manfaat
c.etika ultilitarinisme tidk pernah menganggap serius kemauan atau motivasi baik seseorang
d.variable yang dinilai tidaak semuanya bisa dikuantifikasi. Karena itu sulit mengukur dan membandingkan keuntungan dan kerugian hanya berdasarkan variable yang ada.
e.Kesulitan dalam menentukan prioritas mana yang paling diutamakan.
f.Bahwa etika ultilitarinisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingn mayoritas. Yang artinya etika ultilitarinisme membenarkan penindasan dan ketidakadilan demi manfaat yang lebih bagi sekelompok orang.

  1. Syarat bagi tanggungjawab moral ada tiga yaitu :
    1. Pertama, tanggung jawab mengandaikan bahwa suatu tindakan dilakukan dengan sadar dan tahu. Tanggung jawab hanya bisa dituntut dari seseorang kalau ia bertindak dengan sadar dan tahu akan tindakannya itu serta konsekuensi dari tindakannya. Hanya kalau seseorang bertindak dengan sadar dan tahu, baru relevan bagi kita untuk menuntut tanggung jawab dan pertanggungjawaban moral atas tindakannya itu.
    2. Kedua, tanggung jawab juga mengandalkan adanya kebebasan pada tempat pertama. Artinya, tanggung jawab hanya mungkin relevan dan dituntut dari seseorang atas tindakannya, jika tindakannya itu dilakukannya secara bebas. Jadi, jika seseorang terpaksa atau dipaksa melakukan suatu tindakan, secara moral ia tidak bisa dituntut bertanggung jawab atas tindakan itu. Hanya orang yang bebas dalam melakukan sesuatu bisa bertanggung jawab atas tindakannya.
    3. Ketiga, tanggung jawab juga mensyaratkan bahwa orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu. Ia sendiri mau dan bersedia melakukan tindakan itu.
      Sehubungan dengan tanggung jawab moral, berlaku prinsip yang disebut the principle of alternate possibilities. Artinya, hanya kalau masih ada alternative baginya untuk bertindak secara lain, yang tidak lain berarti ia tidak dalam keadaan terpaksa melakukan tindakan itu.

Status perusahaan

Perusahaan adalah sebuah badan hukum. Artinya, perusahaan dibentuk berdasarkan badan hukum tertentu dan disahkan dengan hukum atau aturan legal tertentu. Karena itu, keberadaannya dijamin dan sah menurut hukum tertentu. Itu berarti perusahaan adalah bentukan manusia, yang eksistensinya diikat berdasarkan aturan hukum yang sah.Sebagai badan hukum, perusahaan mempunyai hak-hak legal tertentu sebagaimana dimiliki oleh manusia. Misalnya, hak milik pribadi, hak paten, hak atas merek tertentu, dan sebagainya.

Argumen yang mendukung dan menentang perlunya keterlibatan sosial perusahaan

Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
a. Tujuan utama bisnis adalah mengejar keuntungan sebesar-besarnya
Argumen paling keras yang menentang keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan adalah paham dasar bahwa tujuan utama, bahkan satu-satunya, dari kegiatan bisnis adalah mengejar keuntungan sebesar-besarnya.
b. Tujuan yang terbagi-bagi dan harapan yang membingungkan
Bahwa keterlibatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan akan menimbulkan minat dan perhatian yang bermacam-macam, yang pada akhirnya akan mengalihkan, bahkan mengacaukan perhatian para pimpinan perusahaan. Asumsinya, keberhasilan perusahaan dalam bisnis modern penuh persaingan yang ketat sangat ditentukan oleh konsentrasi seluruh perusahaan, yang ditentukan oleh konsentrasi pimpinan perusahaan, pada core business-nya.
c. Biaya keterlibatan sosial
Keterlibatan sosial sebagai wujud dari tanggung jawab sosial perusahaan malah dianggap memberatkan masyarakat. Alasannya, biaya yang digunakan untuk keterlibatan sosial perusahaan itu byukan biaya yang disediakan oleh perusahaan itu, melainkan merupakan biaya yang telah diperhitungkan sebagai salah satu komponen dalam harga barang dan jasa yang ditawarkan dalam pasar.
d. Kurangnya tenaga terampil di bidang kegiatan sosial
Argumen ini menegaskan kembali mitos bisnis amoral yang telah kita lihat di depan. Dengan argumen ini dikatakan bahwa para pemimpin perusahaan tidak professional dalam membuat pilihan dan keputusan moral. Asumsinya, keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial adalah kegiatan yang lebih bernuansa moral, karitatif dan sosial.

Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
a. Kebutuhan dan harapan masyarakat yang semakin berubah
Setiap kegiatan bisnis dimaksudkan untuk mendatangkan keuntungan. Ini tidak bisa disangkal. Namun dalam masyarakat yang semakin berubah, kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap bisnis pun ikut berubah. Karena itu, untuk bisa bertahan dan berhasil dalam persaingan bisnis modern yang ketat ini, para pelaku bisnis semakin menyadari bahwaa mereka tidak bisa begitu saja hanya memusatkan perhatian pada upaya mendatngkan keuntungan sebesar-besarnya.
b. Terbatasnya sumber daya alam
Argumen ini didasarkan pada kenyataan bahwa bumi kita ini mempunyai sumber daya alam yang terbatas. Bisnis justru berlangsung dalam kenyataan ini, dengan berupaya memanfaatkan secara bertanggung jawab dan bijaksana sumber daya yang terbatas itu demi memenuhi kebutuhan manusia. Maka, bisnis diharapkan untuk tidak hanya mengeksploitasi sumber daya alam yang terbatas itu demi keuntungan ekonomis, melainkan juga ikut melakukan kegiatan sosial tertentu yang terutama bertujuan untuk memelihara sumber daya alam.
c. Lingkungan sosial yang lebih baik
Bisnis berlangsung dalam suatu lingkungan sosial yang mendukung kelangsungan dan keberhasilan bisnis itu untuk masa yang panjang. Ini punya implikasi etis bahwa bisnis mempunyai kewajiban dan tanggung jawab moral dan sosial untuk memperbaiki lingkungan sosialnya kea rah yang lebih baik.
d. Pertimbangan tanggung jawab dan kekuasaan
Keterlibatan sosial khususnya, maupun tanggung jawab sosial perusahaan secara keseluruhan, juga dilihat sebagai suatu pengimbang bagi kekuasaan bisnis modern yang semakin raksasa dewasa ini. Alasannya, bisnis mempunyai kekuasaan sosial yang sangat besar.
e. Bisnis mempunyai sumber-sumber daya yang berguna
Argumen ini akan mengatakan bahwa bisnis atau perusahaan sesungguhnya mempunyai sumber daya yang sangat potensial dan berguna bagi masyarakat. Perusahaan tidak hanya punya dana, melainkan juga tenaga professional dalam segala bidang yang dapat dimanfaatkan atau dapat disumbangkan bagi kepentingan kemajuan masyarakat .
f. Keuntungan jangka panjang
Argumen ini akan menunjukkan bahwa bagi perusahaan, tanggung jawab sosial secara keseluruhan, termasuk keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial merupakan suatu nilai yang sangat positif bagi perkembangan dan kelangsungan pengusaha itu dalam jangka panjang.
6. Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Prinsip utama dalam suatu organisasi profesional, termasuk perusahaan, adalah bahwa struktur mengikuti strategi. Artinya, struktur suatu organisasi didasarkan dan ditentukan oleh strategi dari organisasi atau perusahaan itu.

 

Sumber :

http://aprillins.com/2010/…/makna-moralitas-dan-lima-ciri-standar-moral/

http://id.wikipedia.org/wiki/Moral

www.anneahira.com/macammacamnorma.htm

http://nursyamsi.staff.gunadarma.ac.id/…/files/…/009+Teoriteorietika.ppt/

http:// nisaraihani.blogspot.com/2010/…/pembagianetikasecaraumum.htm..

http:// ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-2.ppt/

http:// id.wikipedia.org/wiki/Pemangku_kepentingan/

http://rinaeka12.blogspot.com/2009/11/etikautilitarianisme.html

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/01/tugas-softskill-etika-bisnis-5

 

 

Tugas Softskill Etika Bisnis

  1. Apa yang dimaksud etika?
  2. Jelaskan mengenai : etika yang kita lakukan sehari-hari dan etika dalam berbisnis, serta sebutkan contohnya.
  3.  Jelaskan dan berikan contoh mengenai etika teleologi dan etika deontologi

Jawab :

  1. Etika adalah pusat moralitas dalam hidup manusia. Selain itu etika juga berarti ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran. Etika membahasa tentang tingkah laku manusia.
  2. Etika yang kita lakukan sehari – hari adalah ilmu yang membahas tingkah laku kita dalam kehidupan sehari – hari seperti etika makan, etika menjenguk orang sakit dan sebagainya. Sedangkan etika dalam berbisnis adalah cara – cara untuk melakukan kegiatan berbisnis yang mencakup seluruh kegiatan indivodu, perusahaan, industri, dan masyarakat. Contoh etika berbisnis adalah dua perusahaan tidak saling mejatuhkan satu sama lain dengan iklan yang berlebihan, melakukan acara sosial untuk masyarakat sekitar dan sebagainya.
  3. Etika teleologi adalah mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Etika teleologi dibagi menjadi dua yaitu :
    1. Egoisme etis yaitu tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Contohnya dua perusahaan yang perusahaan saling menjatuhkan dengan cara – cara yang licik.
    2. Utilitarianisme adalah suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Contohnya perusahaan mengadakan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

Etika Deontologi adalah konsep moral yang menitikberatkan pada kewajiban. Konsep ini menyiratkan adanya pembedaan di antara sekian kewajiban yang hadir bersamaan. Satu persoalan kadang terlihat baik dari satu sudut pandang tetapi buruk dari sudut pandang yang lain. Penilaian baik dan buruk tidak semata-mata bertolak dari nilai kebaikan dan keburukan begitu saja (David McNaughton). Contoh dalam etika bisnis adalah perusahaan harus membayar pajak kepada pemerintah sesuai aturan yang berlaku, tidak dikurangi maupun dilebihkan.

 

Sumber :

http://julfa017.blogspot.com/2009/04/apa-sih-yang-dimaksudetika.html

www.nuansaislam.com

http://andimakanpecel-andi.blogspot.com/2011/10/etikateleologi.html

www.anneahira.com/artikel-umum/etikabisnis.htm

 

Latar Belakang Masalah Penelitian Ilmiah

Di kota – kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya merupakan berkembangnya beberapa tempat pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi tentu berakibat pada bertambahnya jumlah peserta pendidikan di daerah tersebut. Khususnya di daerah seperti Yogyakarta, petumbuhan peserta pendidikan sangat tinggi baik dari kota Yogyakarta sendiri maupun dari luar kota Yogyakarta.

Bagi peserta pendidikan yang cukup jauh domisilinya atau peserta pendidikan yang ingin  bertempat tinggal lebih dekat dengan tempat terselenggaranya pendidikan, maka solusinya adalah mengontrak rumah atau menyewa kamar kost untuk tempat tinggal sementaranya. Banyaknya penyelenggara pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi di Yogyakarta dan jauhnya domisili mereka dari tempat mereka menempuh pendidikan menyebabkan banyaknya permintaan atas rumah kost di daerah tersebut. Salah satu usaha rumah kost yang sudah berdiri adalah rumah kost Wisma Yulia yang terletak di jalan Cik Ditiro, Gondokusuman  V, Terban, Yogyakarta.

Mengingat banyaknya permintaan dan penawaran atas usaha rumah kost ini maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian ilmiah yang diberi judul “Studi Kelayakan Pengembangan Usaha Rumah Kost Wisma Yulia”

PENALARAN DAN SILOGISME

PENALARAN DAN SILOGISME

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak belakang dari pengalaman empiric yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Dalam penalaran, proporsi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut premis dan hasil kesimpulannya disebut konklusi. Hubungan anatara premis dengan konklusi disebut dengan konsekuensi.

Metode menalar ada 2 yaitu :

a)      Metode induktif adalahsuatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empiric dan berahir pada suatu kesimpulan yang bersifat umum.

Generalisasi adalah bentuk dari berpikir induktif

 

Contoh :

Jika dipanaskan, besi memuai

Jika dipanaskan, platina memuai

Jika dipanaskan, tembaga memuai

Jika dipanaskan, emas memuai

Jadi jika dipanaskan, logam memuai

 

b)      Metode Deduktif

Metode berfikir yang yang menerapkan hal – hal yang umum terlebih dahulu untuk dihubungkan ke dalam bagian – bagian khusus

 

Contoh:

Masyarakat Indonesia konsumtif dikarenakan aadanya perubahan arti sebuah kesuksesan dam kegiatan imitasi dari media – media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial

 

Silogisme adalah suatu proses penarikan suatu kesimpulansecara dedutif. Silogisme disusun dari dua proporsi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Berikut adalah jenis –jenis silogisme.

  1. Silogisme Kategorial

Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proporsinya merupakan kategorial. Proporsi yang mendukung silogisme disebut premis mayor(premis yg termnya predikat) dan premis minor (premis yang termnya subyek). Yang menghubungkan kedua premis tersebut adalah term penengah.

 

Contoh:

Semua tumbuhan membutuhkan air (premis mayor)

Mawar adalah tumbuhan (premis minor)

Mawar membutuhkan air (konklusi)

 

  1. Silogisme Hipotetik

Silogisme hipotetik adalah argument yang premis mayornya berupa hipotetik sedangkan premis minornya adalah proporsi kategorik.

Ada 4 macam tipe silogisme hipotetik yaitu :

  • Silogisme  hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent
  • Silogisme  hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya
  • Silogisme  hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian antecedent
  • Silogisme  hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya

 

  1. Silogisme Alternatif

Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berupa proposisi alternative

Proposisi alternative adalah premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya

 

Contoh:

Ibu berada di rumah sakit atau klinik

Ibu berada di rumah sakit

Jadi, ibu tidak berada di klinik

 

  1. Entimen

Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari – hari karena yang dikemukakan hanya premis minor dan konklusi

  • Dia menerima hadiah pertama karena dia menang lomba melukis
  • Anda telah memenangkan lomba melukis ini, Karena itu Anda berhak menerima hadiahnya

 

  1. Silogisme Disjungtif

Silogisme Disjungtif adalah silogisme yang premis mayornya merupakan keputusan disjungtif sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu altenatif yang disebut oleh premis mayor. Silogisme ini ada dua macam yaitu :

  • Silogisme dalam arti sempit : mayornya mempunyai alternative kontradiksi

Contoh :

Fara sakit atau sehat (premis 1)

Fara sakit (premis 2)

Jadi, Fara tidak sehat (konklusi)

 

  • Silogisme dalam arti luas : mayornya mempunyai alternative bukan

kontradiksi

Contoh :

Husein di rumah atau di sekolah (premis 1)

Ternyata tidak di rumah (premis 2)

Husein di sekolah (konklusi)

 

Sumber : Wikipedia Indonesia

This entry was posted on April 9, 2012. 1 Comment